MENYIAPKAN DANA PENSIUN

Dari Bapak Safir Senduk yang saya kutip dari tabloib Nova sebagai berikut:

Masa pensiun bisa jadi masa menggembirakan bagi sebagian orang, namun bisa juga menjadi masa yang menggelisahkan bagi sebagian lainnya. Mungkin banyak dari Anda yang bertanya, apa sih yang dimaksud dengan masa pensiun? Gampang saja, kok, masa pensiun adalah masa dimana kita bisa berhenti bekerja dan tentu saja berhenti mendapatkan penghasilan dari pekerjaan yang biasa kita tekuni
Nah, apabila seseorang telah mempunyai cukup uang untuk membiayai kebutuhan-kebutuhannya di masa pensiun, tentu ini akan sangat menggembirakan. Bayangkan, kebutuhan bisa tetap tercukupi tanpa harus bekerja lagi. Waktu dan tenaga yang biasanya dihabiskan untuk bekerja dapat digunakan untuk beristirahat atau melakukan hal-hal yang menjadikan kegemaran kita. Tetapi sebaliknya,
bila pada masa pensiun, seseorang tidak atau belum mempunyai cukup uang untuk membiayai hidupnya, maka yang terjadi bukannya bersantai, melainkan gelisah mencari cara supaya bisa tetap hidup. Betul, kan?
Banyak orang, terutama yang bekerja sebagai pegawai, merasa optimis bahwa dirinya akan bisa menikmati masa pensiun secara menyenangkan.
"Perusahaan saya, kan punya dana pensiun untuk saya nanti, buat apa saya mesti pusing-pusing mikirin persiapan uang pensiun...," begitu komentar sebagian dari mereka.
Benar, setiap orang tentu ingin mengalami masa pensiun yang menyenangkan dan bukannya menggelisahkan. Oleh karena itu, banyak perusahaan yang menyediakan dana pensiun untuk karyawan yang telah bekerja keras selama ini, sehingga mereka bisa pensiun dengan tenang.
Tapi, pernahkah Anda menghitung berapa jumlah Dana Pensiun yang akan Anda dapatkan kelak dari perusahaan? Bila ya, pernahkah Anda menghitung berapa sebenarnya kebutuhan hidup Anda setelah pensiun kelak? Dan pernahkah Anda membandingkan keduanya, sehingga Anda mengetahui apakah uang pensiun Anda cukup atau tidak untuk membiayai hidup Anda?
Yang sering terjadi, jarang orang mencoba mencari tahu apakah uang pensiunnya cukup untuk membiayai kehidupan masa pensiunnya kelak. Mereka hanya menggantungkan uang pensiun dari perusahaan sebagai sumber biaya hidup di masa pensiun. Padahal, hanya dia sendiri yang tahu persis berapa kebutuhan hidupnya setelah pensiun, bukan perusahaan.
Oleh sebab itu, sangat penting untuk mengetahui apakah uang pensiun Anda cukup atau tidak sebagai gantungan hidup Anda kelak. Bila cukup, mungkin tidak jadi masalah. Tapi bila tidak, maka Anda, mau tak mau, harus menambahnya sendiri, sehingga kelak terkumpul cukup dana untuk membiayai kehidupan pensiun Anda.

DUA CARA MENAMBAH DANA PENSIUN

Sebelumnya, kita sudah menyinggung perlunya menambahkan sendiri dana pensiun bila ternyata nantinya, setelah dihitung, Uang Pensiun yang Anda terima dari perusahaan tidak cukup untuk membiayai kehidupan pensiun Anda.
Lalu, bagaimana cara menambahkan sendiri dana pensiun Anda? Secara garis besar, ada 2 cara yang bisa Anda lakukan:

  1. Membuka usaha sampingan
  2. Menabung secara rutin

Kita akan membahas untung-rugi setiap dari alternatif cara tersebut satu-persatu:


1. Membuka Usaha Sampingan

Membuka usaha sampingan, intinya adalah menambah penghasilan di luar pekerjaan, sehingga hasil dari usaha sampingan ini bisa digunakan sebagai tambahan dana untuk membiayai kehidupan pensiun. Membuka usaha sampingan bisa sangat menguntungkan, karena biasanya dengan membuka usaha, bisa didapat hasil yang besar dalam tempo yang lebih cepat.
Namun perlu diingat, keberhasilan tersebut bisa didapat hanya dengan pengelolaan yang baik dan konsentrasi penuh. Hal yang kedua inilah yang sulit didapat, mengingat Anda masih terikat pada pekerjaan. Seringkali seseorang terlalu fokus pada pekerjaan sampingannya, sehingga pekerjaan utamanya malah jadi terbengkalai. Ini tentunya malah bisa menimbulkan kondite buruk yang dapat menghambat karier Anda dan juga menghambat penghasilan dari pekerjaan utama.
Membuka usaha sampingan juga tidak lepas dari risiko, terutama risiko finansial. Tidak tertutup kemungkinan, usaha sampingan juga bisa merugi. Kalau itu yang terjadi, bukannya tambahan dana untuk biaya pensiun yang didapat, tapi bisa-bisa dana untuk biaya hidup sekarang pun habis untuk nombok. Tapi, bukan berarti Anda tidak boleh membuka usaha sampingan untuk mempersiapkan pensiun Anda, lho. Anda tetap bisa membuka usaha sampingan untuk mempersiapkan pensiun, asal siap dengan segala konsekuensi yang akan Anda hadapi.


2. Menabung Secara Rutin

Alternatif kedua ini relatif lebih mudah daripada yang pertama. Anda bisa menyisihkan sebagian uang dari penghasilan rutin untuk dimasukkan ke dalam tabungan. Nantinya, tabungan tersebut akan berkembang terus hingga mencapai jumlah yang cukup besar.
Keuntungan dari menabung ini adalah Anda tidak perlu mengorbankan waktu dan pikiran, sehingga bisa tetap berkonsentrasi ke pekerjaan utama Anda. Dengan tetap berkonsentrasi pada pekerjaan utama, kinerja Anda pun bisa semakin baik, dan otomatis penghasilan juga bisa membaik. Jadi, Anda mendapatkan keuntungan ganda: karier dan penghasilan yang semakin baik, serta penghasilan dari terus berkembangnya tabungan. Namun, bukan berarti menabung tidak ada kelemahannya. Kelemahannya, dengan menabung, berarti jangka waktu Anda mengumpulkan dana tersebut bisa lebih panjang daripada membuka usaha sampingan. Tak perlu khawatir, kelemahan ini bisa diatasi dengan mulai menabung sejak dari sekarang.


KEBUTUHAN HIDUP DI MASA PENSIUN

Mungkin Anda pernah berkata, "Kalau saya pensiun nanti, biaya hidup saya pasti akan turun. Saya, kan nggak neko-neko." Pendapat tersebut ada benarnya, namun tidak seluruhnya benar. Neko-neko atau tidak, pada masa pensiun, akan ada perubahan jumlah biaya untuk setiap pos pengeluaran Anda. Dan karena Anda sudah tidak bekerja lagi, maka besar kemungkinan biaya transportasi serta busana dan asesoris akan menurun jumlahnya.
Sebaliknya, karena usia Anda saat itu sudah beranjak tua, biaya kesehatan biasanya akan meningkat pesat. Biaya untuk hobi dan hiburan juga meningkat, seiring makin banyaknya waktu luang yang Anda miliki. Sedangkan pos belanja pribadi, telepon, air, dan listrik biasanya cenderung tetap. Dari perkiraan naik dan turunnya biaya setiap pos pengeluaran ini, Anda bisa menghitung sendiri berapa kira-kira kebutuhan hidup Anda nanti setelah pensiun.


CARA MUDAH,MENABUNG SECARA RUTIN

Menabung secara rutin bisa menjadi alternatif mendapatkan tambahan uang pensiun secara mudah. Cukup dengan menyisihkan sebagian dari penghasilan setiap bulan, maka di kemudian hari, Anda bisa memetik hasilnya. Memang, tak bisa dipungkiri bahwa menabung merupakan alternatif yang memakan waktu lebih lama daripada membuka usaha. Oleh karena itu, kita bisa menyiasatinya dengan cara menabung sedini mungkin, yaitu mulai dari sekarang. Apabila Anda menabung sendiri, maka Anda harus bisa memperkirakan jangka waktu tabungan dan besarnya tingkat hasil yang didapat (return), agar bisa mendapatkan hasil tabungan yang bisa mencukupi kebutuhan dana pensiun Anda kelak.
Seringkali, orang menganggap remeh menabung secara rutin, apalagi dalam nominal kecil. Seratus ribu atau duaratus ribu per bulan, misalnya. Tapi, percaya atau tidak, pepatah lama "Sedikit-sedikit lama-lama menjadi bukit" itu memang terbukti. Cukup dengan, misalnya uang Rp 500 ribu per bulan, Anda bisa mendapatkan sejumlah uang yang cukup besar setelah jangka waktu tertentu. Berikut ini ada ilustrasi jumlah yang akan Anda dapatkan apabila Anda menabung sebesar Rp 500 ribu per bulan selama 15 tahun, dengan asumsi tingkat suku bunga atau hasil tertentu.

TABEL:Jangka waktu 15 tahun Setoran tabungan:Rp 100 ribu/bulan ASUMSI TINGKAT HASIL (return) per tahun
  • 10 % =Rp. 41.792.427
  • 15 % =Rp. 67.686.309
  • 20 % =Rp. 113.429.490
Dengan asumsi bunga berbunga bulanan
Dari ilustrasi di atas, Anda bisa melihat bahwa bila Anda menabung rutin Rp 500 ribu tiap bulan ke dalam, katakanlah, produk investasi di bank dengan suku bunga 10 persen per tahun, maka setelah 15 tahun, uang Anda akan menjadi sekitar Rp 200 juta lebih. Bila Anda menabung dengan tingkat hasil 15 persen, uangnya menjadi Rp 338 juta lebih, dan bila tingkat hasilnya 20 persen, jumlah uangnya akan menjadi hampir Rp 567 juta lebih. Padahal, total setoran Anda selama 15 tahun tersebut hanyalah sebesar Rp. 500.000 X 12 bulan x 15 tahun = Rp 90 juta. Luar biasa, bukan?.
Jadi, tunggu apalagi? Menabunglah dari sekarang untuk masa pensiun Anda.
Tulisan di atas dikutip dari Tabloid NOVANo. 803/XIII ditulis oleh Safir Senduk.



Sekarang mari kita lihat contoh dalam menghitung biaya pensiun Anda;



PENJELASAN TABEL DI ATAS ADALAH SEBAGAI BERIKUT:
Misalkan usia Anda saat ini adalah 30 tahun
Usia saat Anda mulai pensiun adalah usia 55 tahun (lihat baris 2 kolom 3)
Sisa tahun dari saat ini hingga mulai pensiun atau masa menabung Anda adalah 55 – 30 = 25 tahun (lihat baris 3 kolom 3)
Asumsi dana per bulan yang dibutuhkan saat pensiun jika dinilai saat ini adalah 2 juta/bln atau 24 juta/tahun (lihat baris 4 kolom 3)
Asumsi usia Anda (lama masa hidup) adalah hingga usia 75 tahun (lihat baris 5 kolom 3)
Berarti lama masa pensiun adalah 75 – 55 = 20 tahun masa pensiun (lihat baris 6 kolom 3)
Dana total pensiun Anda jika berdasarkan nilai saat ini adalah 20 tahun x 24 juta/tahun = 480 juta (lihat baris 7 kolom 3)
Asumsi faktor inflasi adalah 6% per tahun (lihat baris 8 kolom 3)
Maka nilai total dana pensiun Anda yang saat ini berjumlah 480 juta (baris 7 kolom 3) saat Anda pensiun nanti (25 tahun yang akan datang) menjadi 2 Milyar!!! (lihat baris 9 kolom 3)
Jika Anda saat ini belum ada dana pensiun sama sekali (lihat baris 10 kolom 3) dengan faktor rate (bunga/bagi hasil) 10% per tahun maka yang harus Anda tabungkan mulai saat ini adalah sekitar 1,5 juta/bulan (lihat baris bawah kolom 3).
Jika Anda menunda memulai menabung hingga tahun depan maka yang harus Anda tabungkan per bulan untuk mencapai tujuan di atas menjadi 1,7 juta/bulan. Berarti dengan menunda 1 tahun saja Anda harus menambah pengeluaran (1,7 – 1,5)juta x 12 bulan x 24 tahun = 57.600.000,-!!!
Jika Anda masih menundanya lagi tahun berikutnya maka tabungan per bulan yang harus Anda keluarkan untuk tujuan yang sama adalah 1,75 juta per bulan!!! Dan kerugian nilai Anda menjadi (1,75 – 1,5) juta x 12 bulan x 23 tahun = 69 juta!!!
Apakah Anda masih mau menundanya lagi??? Atau mengikuti cara paling bijak, yaitu mulailah saat ini, minimal sesuai dengan kemampuan Anda, InsyaAllah kedepannya akan menjadi lebih ringan....amiiin..

Anda ingin mengetahui berapa dana yang harus Anda siapkan & berapa yang harus ditabungkan per bulan (sesuai dengan kondisi Anda)??? Email ke : hamidchuluq@yahoo.co.id sms/call:0813 8844 8553

Nama                                  = .........................
Tanggal lahir                        = .........................
Jenis Pekerjaan                    = .........................(mis; guru/dokter/staf. Adm,dll)
Dana per bulan                    = .........................
Rencana pensiun di usia        = .............................
No tlp yang dapat dihubungi = .........................

hasilnya akan diemailkan kembali ke Anda

Baca juga tulisan lain mengenai SOLUSI CERDAS KEUANGAN KELUARGA di bawah ini:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar